TSM Videos dalam Bahasa Indonesia

Maafkan kesalahanku, aku masih belajar. Kalau ada kata-kata yang kasar atau tidak sopan, biarkan aku tahu.

Terjemahan:

Halo semua, saya Sylvia dan saya salah satu ilustrator dari The School Magazine. Hari ini, saya akan menceritakan hal yang saya memikirkan sementara membuat ilustrasi.

Mari kita mulai dengan bagian favorit saya, yang tidak pun menggambar, tapi membaca. Saya cinta membaca. Hari favorit saya ada hari yang saya menerima email dari Jose (art director). Emailnya memuat cerita, lakon, artikel dan puisi yang saya bisa mengilustrasi.

Nah, saya tidak menggambar ataupun selama lama, saja duduk dan membaca teksnya dan menulis catatan.  Saya mencatat cerita tema, ide, dan suasana. Saya harus sama sekali memahami artinya, jadi saya bisa bekerja bersama penulis, meskipun kami tidak pernah bertemu.

Berikutnya, yang saya akan lakukan adalah menentukan apa-apa akan digambar. Saya tidak bisa menggambar semua yang terjadi, jadi saya harus menentutukan apa yang terpenting. Saat ini, tema dan ide sangat berguna.

Untuk cerita laga/petualangan fast-paced, mungkin aku menggambar sesaat dramatis sekali seperti karakter menyerang dengan pedang. Untuk cerita yang lebih reflektif, tentang karakter yang mengatasi ketakutannya, mungkin saya akan menggambar sesaat sebelum karakter lakukan apa pun, ketika masih tidak pasti kalau akan lakukan apa pun.

Tema teks ini juga membantu saya menentukan cara ilustrasi ceritanya. Apakah saya mau menggambar landscape luas? Atau karakter portret close-up? Jika dunia lebih penting di ceritanya, atau hubungan antara karakter dan dunia, saya akan menggambar landscape. Tapi jika emosi karakter lebih penting, saya lebih mungkin akan zoom-in dan menggambar portret.

Sekarang saya menunjukkan beberapa sketch-pikir dari cerita Talking To Tomorrow oleh John O’Brien [Gambarnya di 2:05 – 2:45]. Ceritanya punya suasana seram dan karakter utama, bernama Ethan, merasa cemas dan kesepian. Karena dia merasa kesepian, saya mau menggambarkan dia sebagai tokoh kecil di gambar itu. Di percobaan pertama, kita melihat dia melalui jendela, lalu dia duduk dan membuat bayangan. Idenya baik tetapi belum cukup. Nah, di teks Ethan juga merasa kesepian walau bersama temannya. Jadi, saya mencoba itu dan lebih sukanya. Di sini, temannya sibuk dengan dunia, tapi Ethan sendiri diam. Dia harus kelihatan seperti karakter utama, jadi saya pindahkan segala-galanya sampai Ethan di tengah gambaran dan yang paling menarik di antaranya.

Setelah pikirannya selesai, saya tenang dan hanya menggambar.  Yang saya lakukan pertama adalah versi corat-coret (? atau rough draft) untuk editor saya. Lalu, kalau mereka setuju, saya lakukan ilustrasi versi akhir. Saya tahu kita melewatkan banyak langkah di sini, tapi jangan khwatir, kita akan membahas lebih banyak tentang taraf itu di video berikutnya.

Di video ini, yang saya mau menekankan adalah bahwa ilustrasi tidak hanya tentang menggambar tapi juga tentang berpikir. Saya tahu belajar menggambar ada jalanan panjang. Kalau kalian tidak senang dengan kecakapan menggambar, meskipun demikian kalian masih bisa ilustrasi. Kalian bisa menceritakan banyak hanya dengan corat-coret, hanya dengan garis-garis sederhana.

Nah, ini adalah Tiga Top Tips dari saya untuk ilustrasi

Pertama, yang saya baru saja bicara, bahwa ilustrasi tentang komunikasi visual. Beri perhatikan kepada apa yang ingin kalian katakan, dan jangan khwatir kalau gambarnya tidak sempurna.

Kedua, dunia ini besar dan sangat menarik. Biarkan itu membuat gambarnya lebih menarik. Kalau ada batu di ceritanya, bersenanglah sementara menentukan batu yang mana mungkin lebih cocok. [Contoh di 3:29].

Ketiga, ilustrasi adalah superpower. Kalian membuat dunia di otak orang-orang lain. Dan seperti semua superpower, itu juga pertanggung-jawaban besar. Gunakanlah itu dengan cinta dan peduli dan membuat sedunia yang lebih baik.

Terjemahan:

Selamat datang kembali ke video kedua. Dalam ini, saya akan bicara tentang langkah yang hilang di video sebelumnya: mengembangkan ilustrasi versi akhir dari rough-draftnya.

Kadang-kadang, saya mengenai bagian ini seolah-olah saya punya control panel (panel kendali) besar yang penuh dengan tombol-tombol. Ini ada tombol yang menguasai realisme dan penyederhanaan (simplification). Kalau begitu saya ingin gambar yang kurang realistis, saya mencari bentuk sederhana (big shapes). Bentuk paruh burung bukan segi tiga, tapi itulah bentuk sederhana yang berguna di sini. Kalau begitu saya ingin gambar yang lebih realistis… [gambar 0:37] ini burung yang sama, tapi seluruh tubuh semakin dekat burung yang asli. Lihat, paruhnya melengkung, kakinya punya lutut. Gambar masing-masing memiliki suasana yang berbeda. Saya membuat keputusan di bagian ini dengan membantu dari catatannya tentang tema dan ide. Biasanya kalau teksnya lebih lucu atau silly, gambar saya akan lebih sederhana, walau teksnya lebih serius, gambarnya lebih realistis.

Kalau saya mengilustrasi cerita yang fiksi ilmiah, fantasi atau era sejarah, saya akan meningkatkan  detail latar belakang (background detail) jadi lebih mudah untuk kalian – orang penonton – merasa seperti berada di sana dan immersed di dunia itu. Sebaliknya, kalau mengilustrasi komedi di dunia nyata, keputusan saya berbeda. Hair and There oleh David Hill, adalah komedi tentang seorang ayah yang konyol dan fokus ceritanya emosi dan imajinasi. Karena itu, saya ingin menggambar kurang latar belakang dan kurang detail [1:25]. Yang saya meningkatkan adalah exaggeration (berlebihan). Di realitas, kalau seorang mencari dalam tong sampah, kaki-kakinya tidak terlihat seperti itu. Tapi, berlebihan membuatnya lebih mirip sebuah komedi [1:32].

Di cerita ini, saya juga mau bicara tentang tombol warna. Saya suka mewarnai ilustrasiku dengan strategi. Kalau semua warnanya mirip satu sama lain, lalu warna pun yang berbeda sangat menonjol. Di sini, semua warna redam atau lemah, warnanya merah muda pastel dan coklat abu-abu…. lalu BAM ada jenggot ayah yang warna merah dan jingga. Jenggot itu kelihatannya aneh, dan ini bagus karena itu jenggot khayal.

Tentu saja, cara saya bukanlah satu-satunya cara. Kalian bisa mengunakan hitam dan putih saja – ada ilustrator-ilustrator yang lakukan itu. Atau, kalian bisa mewarnai gambarnya dengan warna-warna realistis, dan warnanya tergantung pada cuaca, lokasi dan waktu hari ceritanya. Setiap ilustrator memiliki control panel sendiri yang cocok dengannya. Sebagai contoh, tombol realisme saya tidak mencapai realisme benar, karena saya kurang tertarik pada itu. Di sepanjang jalan, kalian bisa tambah tombol-tombol baru. Cobalah berbagai gaya dan bahan gambar, seperti kolase (collage), cat, apa pun, agar menyadari kalau ada yang kalian mau tambah di depan. Saat ini, saya melatih-latih menggambar di kertas (dari pada komputer), dengan pensil hitam, dan cat hitam dan putih. Saya ingin menambahkannya ke control panel saya. Saya saia rungat suka gambar kucing saya ini, tetapi saya masih melatih menggambar orang-orang- seperti itu. [2:51]

Akhirnya, saya mau bicara tentang ilustrasi favoritku yang saya menggambar untuk The School Magazine. Itulah untuk puisi yang saya sangat suka: Fox! (Rubah) oleh Janeen Brian [3:02]. Saya meningkatkan realisme karena saya ingin suasana yang series. Tapi, di dalam refleksi, saya menggunakan warna-warna yang tidak realistis sama sekali. Warnanya menarik dan menonjol, dan membuat dunia rubah kelihatan sihir. Bonus tip! Kalau kalian mau meningkatkan tombol sihir:   menambahkan kilau-kilau. Mulai dengan latar belakang yang gelap, dan menambah percikan kecil cat, dan beberapa garis bergelombang kalau mau. Di ilustrasi yang akan dicetak, inilah lebih sihir dan berkilau dari glitter sendiri. Ini yang saya menggunakan untuk tanda di belakang rubah.

Itu saja hari ini! Terima kasih dan nikmatilah membuat ilustrasi kalian sendiri!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s